Time is Money

TIPS BISNIS ONLINE

INFO JADWAL KERETA API

Minggu, 11 Oktober 2009

Tulisan ini adalah goresan Anne Ahira .. untukku ... semua penuh makna dan aku merasa sangat sangat bermanfaat bagiku , untuk lebih membangkitkan semangat juangku menghadapi kehidupan yang keras ini.

KESENDIRIAN TIDAK SELALU MEMATIKAN


Indana, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.
 
'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa 
menjadi masalah besar bagi sebagian orang! 

Apakah Indana termasuk yang demikian? :-)
 
Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal 
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol 
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran, 
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...
 
Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Indana pernah mengalami 
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan 
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain 
sebagainya..!
 
Satu hal yang perlu Indana ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan 
segala situasinya.
 
Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :
 
1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif 
  yang sangat Indana sukai, misalnya dengan membaca, 
  menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan 
  Indana. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih 
  menyenangkan!
 
2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi 
  impian Indana dan belum sempat dilakukan. Indana bisa 
  membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman 
  dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.
 
  Percaya, cara ini akan menyadarkan Indana akan 
  sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya. 
  Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi 
  menyenangkan? ;-)
 
3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang 
  keinginan yang ingin Indana wujudkan selagi masih 
  hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali 
  'keinginan gila' saat Indana masih kecil? Atau mimpi-
  mimpi lain yang belum terlaksanakan?
 
  Saat itu Indana akan sadar, ternyata banyak sekali 
  hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!
 
4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal 
  *utama* dan yang pertama yang harus Indana lakukan... 
  Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Indana. 
  Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat 
  keberadaan Indana di dunia.
 
  Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin 
  kokoh kemampuan Indana mengarungi kehidupan, 
  dengan segala situasinya.
 
Intinya, jangan biarkan Indana terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Indana putus asa.
 
Kalau Indana mau membuka mata, kita sebenarnya tidak 
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar 
kita. 
 
Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Indana 
jadikan teman, dan ajak bicara!
 
Jika Indana mau terbuka, dalam kesendirian Indana bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Indana bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian, 
dan memaksimalkan potensi yang Indana miliki.
 
Dalam kesendirian pula Indana bisa mengungkap 
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Indana temukan di keramaian!
 
Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan 
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Indana.
 
Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Indana sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
Indana harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan Indana dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)


HARGAI APA YANG KITA MILIKI

Pernahkah Indana mendengar kisah Helen Kehler? 
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan 
dalam kondisi buta dan tuli. 

Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa 
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm 
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya 
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan 
memilih untuk lahir dalam keadaan normal. 

Namun siapa sangka, dengan segala 
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup 
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu 
memberikan motivasi dan semangat hidup 
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti 
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah 
diucapkan Helen Kehler:

  "It would be a blessing if each person 
  could be blind and deaf for a few days 
  during his grown-up live. It would make
  them see and appreciate their ability to 
  experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah 
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa 
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. 

Dengan demikian, setiap orang akan lebih 
menghargai hidupnya, paling tidak saat 
mendengar suara!

Sekarang, coba Indana bayangkan sejenak....
......Indana menjadi seorang yang buta 
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu 
tersebut. Jangan biarkan diri Indana melihat 
atau mendengar apapun. 

Selama beberapa hari itu Indana tidak bisa 
melihat indahnya dunia, Indana tidak bisa 
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan 
bahkan Indana tidak bisa menikmati musik/radio 
dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Indana? Apakah beberapa hari cukup berat? 
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, 
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur 
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada 
dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah 
keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah 
menghargai apa yang sudah kita miliki. 

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan 
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati 
oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Indana renungkan, bagaimana orang yang 
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah 
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia 
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk 
membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita 
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal 
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif 
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik. 

0 komentar:

Poskan Komentar