Time is Money

TIPS BISNIS ONLINE

INFO JADWAL KERETA API

Selingkuh Emosional Lewat Situs Sosial

Sabtu, 13 Maret 2010


Meski hanya sebatas rasa, namun selingkuh tetaplah selingkuh. Hanya Anda, dia dan Tuhan yang tahu apa yang terjadi. Karenanya sudahi sekarang juga.

Sarita tidak pernah bermimpi akan bertemu dengan mantan kekasihnya ketika SMU di dunia maya. Hubungannya dulu dengan Dandun memang sebatas cinta monyet belaka. Namun karena mereka berpisah begitu saja saat keduanya lulus hal inilah yang menyisakan perasaan penasaran berkepanjangan diantara keduanya. Begitu bertemu di Facebook, keduanya langsung larut dalam euphoria yang dalam.

Walau mereka berdua tidak pernah “copy darat” [berjumpa langsung-red], namun intensnya berkomunikasi lewat chatting, email, maupun inbox di Facebook membuat keduanya seperti mabuk kepayang. Sehari saja tidak bertemu di dunia maya membuat Sarita maupun Dandun kelimpungan. Padahal tidak ada kata-kata cinta meluncur dari apa yang mereka tuliskan selama ini. Keduanya merasa ‘nyambung’ saat berdiskusi. Mereka juga saling memperhatikan dan saling memahami perasaan masing-masing. Perasaan saling dipahami ini yang membuat keduanya merasa saling terikat.

Secara kasat mata memang tidak terlihat adanya perbedaan pada keduanya. Namun pikiran tentang Dandun terus menerus memenuhi benak Sarita dan sebaliknya. Saat berduaan dengan Pram suaminya saja yang ada dalam benak ibu dua anak ini adalah Dandun. Masalahnya baru terasa ketika suatu saat jaringan di wilayah rumah tinggal dan kantor Sarita down. Sarita tampak uring-uringan karena tidak bisa berhubungan dengan Dandun seperti biasanya. Pekerjaan di kantor berantakan, Pram menjadi sasaran kekesalannya, sedangkan rengekan Rita dan Vita, dua balitanya tidak dipedulikannya. Pikirannya tidak lagi dapat terfokus pada apa yang sedang dikerjakannya. Apa yang sedang terjadi?

Menurut Michael J. Formica, seorang psikoterapis, dalam tulisannya di majalah Psychology Today, apa yang dilakukan Sarita dan Dandun sudah dapat dimasukkan dalam kategori selingkuh emosional. Berbeda dengan selingkuh secara seksual yang telah jelas melibatkan keterlibatan fisik di antara kedua orang, selingkuh emosional lebih sulit didefinisikan. Karena tidak begitu saja melibatkan hubungan seksual ataupun romantisme di dalamnya.

Selingkuh emosional menurut Formica adalah situasi apapun yang menyebabkan tidak tersedianya seseorang secara emosional terhadap suami maupun istrinya yang mempengaruhi kualitas hubungan mereka dalam pernikahan secara keseluruhan. Selingkuh emosional mengakibatkan seseorang terlibat pseudo-romantic atau romantisme palsu terhadap orang yang dituju. Karena ketidak hadiran sang Teman Tapi Mesra [TTM] secara fisik secara terus menerus justru membuat kehadiran sang ‘TTM’ dalam angan-angan maupun dunia maya menimbulkan efek ketergantungan seperti narkoba, memabukkan sekaligus menghanyutkan!

Umumnya banyak orang yang memilih selingkuh gaya ini demi menjaga keamanan pernikahannya sendiri. Namun bagi beberapa orang, hubungan macam ini adalah caranya untuk ‘melarikan diri’ dari hubungan yang tidak harmonis dengan suami atau istrinya sendiri tanpa perlu merasa bersalah. Yang perlu diwaspadai, rasa saling ketergantungan yang terjalin membuat hubungan semacam ini memiliki kadar yang sama bahayanya dengan perselingkuhan secara fisik atau seksual. Walau tampaknya tidak ada yang dirugikan, namun dengan melakukan hubungan semacam ini Anda telah membohongi diri sendiri. Karenanya lebih baik hubungan semacam ini segera disudahi sebelum menimbulkan masalah di kemudian hari.

Beberapa cara yang dapat dicoba untuk menghentikan hubungan seperti ini, antara lain:
Bertanya jujur pada diri sendiri, apa penyebab Anda melakukan hubungan seperti ini dan apa yang Anda harapkan dengan hubungan versi ini? Apakah sekedar iseng, merasa kesepian, memuaskan rasa penasaran, sebagai pelarian, atau keinginan memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi dari pasangan?
Jika hanya iseng atau karena merasa kesepian mungkin Anda bisa mengalihkan perhatian Anda dengan mencari kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Misalnya mencari hobi baru yang sesuai dengan minat dan bakat, atau bergabung dengan satu komunitas baru yang dapat mengatasi rasa kesepian Anda.
Jika sekedar ingin memuaskan rasa penasaran di masa lalu, cobalah untuk mengalihkan hal ini dengan mencari hal-hal positif dari pasangan. Percayalah bahwa siapapun yang menjadi pasangan kita jika pada saat memulai pernikahan kita membekali diri kita dengan niat menikah hanya untuk beribadah pada Allah swt, maka itulah jodoh terbaik yang telah dipilihkan Allah swt pada kita.
Jika hal ini dilakukan karena pelarian atau keinginan untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi dari pasangan, maka cobalah untuk mengomunikasikan hal ini secara terbuka pada pasangan. Jika merasa sulit, Anda dapat meminta bantuan seseorang penengah yang dapat dipercaya atau seorang konselor pernikahan yang handal.
Sudahi hubungan dengan TTM atas kesadaran bersama. Namun jika sulit, Anda dapat memulainya dengan memutuskan semua hubungan komunikasi dengannya segera, sekarang juga.
Mulailah berpaling kembali pada pasangan, dan terimalah ia apa adanya. Karena sebagaimana kita, tidak ada orang yang sempurna, juga pasangan kita. Karenanya bantu ia menutupi kekurangannya dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya.

sumber :alifmagz.com

2 komentar:

road to happines mengatakan...

memang jejaring sosial harus digunakan dengan semwstinya yang tidak mengakibatkan keburukan bagi diiri kita sendiri atau orang lain. Salam kenal.

Buruan Klik Gue !!! mengatakan...

Siplah tulisannya.

Poskan Komentar